Monday, 17 June 2013

Empat Syarat Utama Jadi Seorang Pemimpin

Empat Syarat Utama Jadi Seorang Pemimpin


Para ulama terdahulu membahaskan syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh seseorang yang hendak diangkat menjadi khalifah. Imam Al-Baghdadi meletakkan empat syarat, al-Mawardi tujuh, Ibn Hazm lapan, al-Ghazali sepuluh dan seterusnya. Perbezaan ini disebabkan beberapa perkara; ada ulama yang mendetailkannya, ada yang meringkaskannya lalu dimasukkan dua syarat atau lebih ke dalam satu syarat. Juga ada syarat yang mereka sepakati dan berbeza. Syarat yang mereka sepakati ialah Islam, baligh, berakal, merdeka, dan lelaki.

Di akhirat kelak, seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawap dihadapan allah SWT, Dan ia akan ditanya tentang segala hal yang telah dipimpinnya semasa hidup didunia.

Dalam dunia / negara berpolitik pada hari ini, Tentu saja kita faham bahawa yang dimaksudkan dengan pemimpin / Khalifah itu adalah: Seorang perseden / perdana menteri sebagainya.

Diantara semua pendapat ulama saya lebih suka mengambil pendapat ibnu khaldun untuk menjadi pegangan.

Menurut ibnu khaldun: Seorang pemimpin itu harus memiliki 4 sayarat:
1- seorang pemimpin harus berilmu atau memiliki kapasitas intelektual yang memadai. Sebab, seorang pemimpin dibebankan menegakkan hukum Allah. Selain itu, pemimpin harus mampu berijtihad, atau mampu mengambil keputusan tepat di saat kritis. Jika seorang pemimpn hanya bisa bertaklid (mengekor) tanpa sikap kritis, maka itu sesuatu kekurangan.

2-  calon pemimpin harus mampu berlaku adil. Sifat adil ini wajib dimiliki seorang pemimpin. Sebab dalam kekuasaan ada hak kelompok yang dipimpin. Menurut Ibnu Khaldun, sifat adil seorang pemimpin berguna untuk menghindari perpecahan antarsesama.

3-  calon pemimpin harus cakap dalam berbagai bidang (alkifayah). Pengertian kifayah adalah mampu menegakkan hukum, memimpin peperangan, bertanggung jawab kepada bawahan, mengenal kelompok-kelompok ashabiyah. Mengenal pula orang-orang cerdas dan potensial dalam wilayah yang bisa dimintakan bantuannya. Kemampuan-kemampuan tersebut, bisa menciptakan kemaslahatan masyarakat.

4-  calon pemimpin sebaiknya tidak cacat panca indera dan anggota tubuh. Kelengkapan dan kesempurnaaan alat indera dan anggoa tubuh sangat penting bagi calon pemimpin, karena hal itu akan mempengaruhi keoptimalan hasil kerjanya. Namun yang lebih penting adalah kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita inginkan, termasuk menjadi seorang pemimpin dan memilih pemimpin, harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kini, sama-sama kita catat janji-janji calon pemimpin yang saat ini tengah merebut simpati rakyat.
Akhir kata: Mencari pemimpin dalam negara seperti Malaysia, hendaklah tidak hanya melihat kepada nas-nas agama, tetapi juga kepada realiti yang sedang dihadapi oleh rakyat negara ini dan juga suasana politik di peringkat antarabangsa. Nas-nas agama berkaitan muamalat dan siyasah sebahagiannya mempunyai konteks yang tersendiri. Perubahan suasana hendaklah diambil kira oleh seseorang yang ingin menegakkan siyasah syari’iyyah.

By : 
Nur Azira Jusoh

No comments:

Post a Comment